Headlines News :

Paskibraka SMPN 3 Parepare

SMP Negeri 3 Parepare - Upacara bendera yang dilaksanakan di SMAN 1 Model Parepare dan bertindak sebagai penggerek bendera adalah siswa SMP Negeri 3 Parepare. Kerjasama yang dilakukan oleh SMA Negeri 1 Model Parepare, SMP Negeri 3 Parepare dan SMP Negeri 10 Parepare dalam membina siswa - siswi menjadi anggota paskibra.


Pembuatan Kompos

SMP Negeri 3 Parepare -
Kompos adalah material organik yang sudah didekomposisi dan digunakan sebagai pupuk dan penyubur tanah. Kompos juga merupakan bahan penting dalam pertanian organik yang sedang in sekarang ini. Ada beberapa cara membuat kompos: aerob (dengan udara) dan anaerob (tanpa udara), dengan bantuan cacing dll. Bahan baku kompos bisa dari apa saja asal organik seperti: tumbuhan, kotoran ternak, sampah organik, bahkan kotoran manusia. Yang kita buat disini adalah cara membuat kompos secara aerob dan bahan bakunya dari sampah halaman dan dapur.
Ada empat hal yang diperlukan dalam membuat kompos, yang sederhananya seperti ini:
  1. Bahan warna hijau. Bahan warna hijau ini maksudnya yang banyak mengandung Nitrogen (N). Untuk proyek ini hijauan ini didapat dari sampah dapur, daun-daunan dan rumput dari halaman.
  2. Bahan warna coklat. Maksudnya Karbon (C) dan biasanya berwana coklat, misalnya: sekam, jerami, gergajian kayu, dedaunan kering, ranting kering, potongan kertas dan kardus.
  3. Kelembaban.
  4. Udara.



Perbandingan bahan hijau dan coklat supaya pengomposan berjalan cepat kira-kira 1:1. Penyiraman dan membalik-balik kompos dilakukan seminggu sekali. Kalau proses pengomposan berjalan baik kompos akan bersuhu hangat akibat aktivitas mikroorganisma sehingga pembusukan berjalan cepat.
Untuk komposternya saya memakai komposter model putar. Keunggulannya komposter ini tertutup sehingga tidak diganggu tikus, mudah dibolak balik, kompos mudah dikeluarkan dengan sekop dan ukurannya cukup besar. Sebetulnya semua jenis kontainer bisa digunakan sebagai komposter. Lebih baik bertutup supaya tidak dikorek-korek tikus, jangan lupa dilubang-lubangi bagian bawah dan sampingnya supaya cairan bisa keluar dan ada udara. Simpan di halaman diterik matahari atau teduh sebagian.
Caranya:
  1. Isi komposter dengan sekam 1 kantung (seukuran bantal).
  2. Masukkan kompos yang sudah jadi 1 sekop (untuk inokulan/biakan bakteri) atau tanah kalau tidak ada.
  3. Kalau sudah ada sampah dapurnya dimasukkan saja.
  4. Siram sedikit sampai lembab
  5. Putar komposternya.
Sampah dapur sebaiknya sudah dibilas. Supaya tidak menambah pemakaian air dan pekerjaan taruh baskom saringan dengan tutupnya di sink /keran cucian piring dan masukkan sampah dapur kesitu.  Otomatis kalau mencuci piring sampah tercuci juga. Kalau hampir penuh baru masukkan kedalam komposter.




Kalau sampah sudah mulai banyak, tambah lagi sekamnya. Kalau tidak kompos jadi terlalu berair dan berbau. Sisa daging/ayam sebaiknya tidak dimasukkan, kalau saya diberikan ke kucing liar yang mampir reguler. Tulang-tulangnya saya masukkan ke komposter.
Isi terus komposter sampai penuh, jangan lupa dibolak balik seminggu sekali. Kalau sudah penuh putar seminggu sekali, dan panen komposnya kalau warnanya sudah menghitam (kurang lebih dua bulanan).
Kota seharusnya mengolah sampah bukannya membuangnya begitu saja ke satu area sehingga mengakibatkan masalah kesehatan, lingkungan dan sosial. Pembuatan kompos ini bisa membantu mengurangi sampah kota.

Kebun Sekolah

SMP Negeri 3 Parepare - Dalam pemanfaatan lahan di sekitar lingkungan sekolah yang tidak terpakai, maka diberdayakan untuk menjadi kebun sekolah yang bisa di manfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman. Kebun sekolah atau yang lebih dikenal dengan nama kebun Apotek Hidup.
Apotek hidup adalah memanfaatkan sebagian tanah untuk ditanami tanaman obat-obatan untuk keperluan sehari-hari. Umum diketahui, bahwa banyak obat-obatan tradisional yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Obat tradisional umumnya lebih aman karena bersifat alami dan memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan obat-obat buatan pabrik. Itulah sebabnya sebagian orang lebih senang mengkonsumsi obat-obat tradisional.
Bayangkan, bila di dalam pekarangan Anda tersedia tanaman obat yang dapat digunakan apabila salah satu anggota keluarga sedang sakit. Tentu hal menyenangkan. Anda tinggal mengambilnya kapan saja, bahkan malam hari sekalipun. Tidak perlu mengeluarkan uang dan terjamin kesegarannya karena langsung dipetik dari tanamannya.



Tanaman obat tidak kalah cantiknya dengan tanaman hias. Anda dapat pula menanamnya diantara tanaman hias atau bunga-bunga yang ada. Selain itu tanaman obat umumnya lebih kuat menghadapi berbagai penyakit tanaman karena memiliki kandungan zat alami untuk mengatasinya, sehingga Anda tidak perlu memberikan pestisida.



Maka, agar dapat membuat apotek hidup yang indah dan bermanfaat ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Misalnya, Anda perlu untuk menyerasikannya dengan tanaman dan elemen lainnya dalam taman, sehingga tidak merusak penataan taman. Anda juga perlu mengetahui manfaat dari masing-masing tanaman obat dan berapa pemakaian yang sesuai.
 

Google+

Statistik Blog

Support : Basri baz
Copyright © 2014. SMP Negeri 3 Parepare - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger